Tabung gas berukuran sedang berwarna hijau akhir-akhir ini sering kita lihat baik di televisi maupun di media cetak. Ya, tabung tersebut adalah tabung gas elpiji berkapasitas 3 kilogram yang keberadaanya merupakan salah satu wujud program konversi energi dari minyak tanah ke gas yang beberapa waktu lalu dicanangkan oleh Bapak Wakil Presiden RI.
Walaupun saya tidak terkena efeknya secara langsung dengan program konversi tersebut karena dari dulu di rumah kami sudah memakai bahan bakar gas untuk melakukan aktifitas masak-memasak, tetapi jika dilihat dari sisi polusi yang dihasilkan maka saya menyambut baik program tersebut, karena dengan menggunakan bahan bakar gas polusi yang dihasilkan pun menjadi lebih sedikit. Coba saja bandingkan dapur para ibu-ibu yang menggunakan bahan bakar gas dengan mereka para ibu-ibu yang menggunakan bahan bakar minyak tanah, maka akan terlihat kalau dapur ibu-ibu yang menggunakan bahan bakar gas akan terlihat lebih bersih terutama di bagian langit-langit rumah dimana kompor tersebut berada. Lain halnya jika menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah, langit-langitnya pasti hitam karena terkena asap sisa pembakaran.
Dari sisi ekonomis, dulu sih saya sering dengar kalau katanya memakai bahan bakar gas itu lebih hemat, benar tidaknya saya belum sempat nanya sama ibu saya.. huehehhee.. tetapi kalau memang iya ternyata lebih hemat maka program konversi energi dari minyak tanah ke gas memang sebuah program yang patut dicanangkan mengingat rakyat kita rata-rata ekonominya lemah jadi segala sesuatu yang lebih murah akan sangat membantu mereka.
Jadi kesimpulannya menurut saya konversi energi dari minyak tanah ke gas ini saya rasa merupakan program yang positif karena bisa mengurangi polusi udara, dan juga kalau memang iya dengan menggunakan bahan bakar gas penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat maka program ini akan sangat membantu masyarakat yang ekonominya lemah. Hanya saja sepertinya memang pelaksanaan program ini dan sosialisasinya ke masyarakat yang agak kurang sehingga sepertinya masyarakat masih merasa enggan untuk berpindah ke gas terutama karena alasan keamanan.
Dengan dicanangkannya program ini maka tentu saja minyak tanah menjadi lebih sulit untuk didapat, tetapi yang bikin saya heran kenapa isi tabung gas elpiji itu pun ikut susah didapat juga akhir-akhir ini seperti yang sering kita lihat beritanya di media masa. Hmmm, jangan-jangan para penimbun beraksi lagi supaya harganya menjadi lebih mahal dan keuntungan yang didapat menjadi lebih besar.. wah kalau memang iya para penimbun beraksi lagi maka pemerintah harus segera menindaknya, kasian kan mereka yang sudah mau pindah ke gas eh setelah habis isi gasnya susah untuk mengisinya lagi, mau kembali menggunakan minyak tanah lagi sama saja minyak tanah pun sudah susah didapat, masa pake kayu bakar..